Terus Gagal; Ini Harapan Terakhir Arsenal

Arsenal terus alami kekalahan dan peluang untuk menjadi juara liga pun semakin hilang. Ada kekecewaan para fans terhadap Arsenal apalagi usai The Gunners dihabisi oleh The Citizens. Kini, mereka memiliki satu harapan lagi untuk bisa menyelamatkan musim. Jika kesempatan terakhir ini mereka juga gagal, bukan tidak mungkin jika pada akhirnya Arsene Wenger dipecat dan kebersamaan selama lebih dari 21 tahun bersama Arsenal harus berakhir dengan kenangan yang kurang menyenangkan.

Liga Eropa Kesempatan Terakhir

Beberapa waktu lalu, Manajer Arsenal, Arsene Wenger mengatakan kepada publik jika Liga Eropa adalah kesempatan untuk menyelamatkan Togel hongkong musim.Mau tidak mau, seluruh pemain harus bermain secara lebih agresif lagi.Wenger juga harus memecahkan berbagai problem yang masih dimiliki anak buahnya baik di barisan pertahanan maupun penyerang.Semua harus dapat berkordinasi secara apik untuk mengamankan gelar Liga Eropa.

Arsene Wenger dengan jelas mengatakan jika gelar juara dari Liga Eropa merupakan kesempatan emas untuk menyelamatkan kampanye The Gunners yang sangat mengecewakan.Akan tetapi, ini bukan hal yang mudah. Bahkan Wenger juga sepakat bahwa akan ada berbagai tekanan yang akan dialami oleh Arsenal menjelang pertandingan leg pertama 16 besar pada hari Kamis (8/3) di San Siro saat mereka bertemu dengan AC Milan, yang saat ini berada dalam kondisi maksilam dengan 13 pertandingan tak terkalahkan,.

Namun, manajer Arsenal percaya jika inilah saatnya bagi Arsenal untuk bangkit.Dia mengatakan pemainnya sekarang memiliki kesempatan untuk menunjukkan kualitas mereka dalam keadaan yang sulit.Apalagi, Liga Eropa adalah kesempatan terakhir. Bagi Arsenal, tidak ada jalan mundur selain harus memenangi Liga Eropa ini. Jika tidak, Arsenal akan semakin terpuruk.

Kemenangan yang Penting Untuk Pemain dan Klub

Arsenal sejauh ini belum menunjukkan hal yang bagus di Piala FA 2018.Cukup sulit bagi Arsenal untuk menjuarai liga tersebut.Sehingga Liga Eropa menjadi satu-satunya peluang realistis yang bisa mereka usahakan untuk meraih gelar juara dan mengembalikan kebanggaan serta prestasi mereka.Paling tidak, bisa menyelamatkan musim ini yang berjalan tidak sesuai dengan rencana.

Wenger mengatakan: “Itu membuat saya berpikir sedikit tentang tahun lalu, tahun lalu kami membuat 75 poin dan merindukan Liga Champions. 75 poin masih merupakan skor yang sangat bagus, yang (pastinya) tidak akan kami capai musim ini. Ini (Liga Eropa) adalah kesempatan yang harus kita ambil, tentu saja ya, ini justru menambah tekanan pada kompetisi.”

Dia melanjutkan; “Pada saat ini sulit, saat Anda melewati tekanan seperti itu, tapi saya yakin juga ini adalah kesempatan bagus.Yang Anda inginkan adalah menunjukkan bahwa Anda memiliki kualitas dan kekuatan, dan Anda hanya bisa menunjukkannya ketika (alami hal) sulit.” Bagi Wenger, Liga Eropa adalah kesempatan yang bagus. “Itu adalah kesempatan bagus dan, dalam jangka panjang, bisa membuat tim semakin kuat.”

Wenger mengakui jika skuadnya terguncang setelah empat kekalahan beruntun di semua kompetisi, termasuk dua kekalahan paling memalukan yakni 3-0 dari Manchester City dan 2-1 saat mereka bertandang ke kandang Brighton. “Para pemain sedikit terpengaruh,” kata Wenger.”Para pemain ingin menang, dalam hidup Anda lupa dengan cepat seberapa baik diri Anda.”

Dia menambahkan “[Kita perlu] menetapkan target yang dapat dicapai, fokus pada apa yang dapat Anda lakukan dengan lebih baik dan tidak terlalu takut dengan konsekuensi hasil yang buruk.Menurut saya ini akan menjadi pertandingan yang ketat, karena Milan berjalan dengan baik saat ini.”Kemenangan ini juga sangat penting baik untuk klub maupun pemain.

Everton Bersiap Untuk Menampung Wenger

Nasib buruk nampaknya tengah menimpa Arsene Wenger, manajer Arsenal. Pasalnya usai timnya kalah dengan skor 1-2 dari Brighton dan Hove Albion pada hari Minggu (4/3) kemarin, dirinya diprediksi akan dihempas dari tim kesebelasan tersebut. spanduk yang bertuliskan ‘Wenger Out’ juga pasalnya muncul di Stadion Amex, tempat pertandingan Poker terpercaya tersebut dilangsungkan.

Walapun masa depannya di Emirates sudah pasti terancam, pasalnya Wenger masih memiliki sebuah daya tarik untuk klub-klub Liga Primer Inggris. Misalnya saja Everton yang siap menampung manajer berdarah Perancis tersebut apabila dibuang oleh The Gunners.

Everton Minat pada Wenger

Pemilik Everton, Farhad Moshiri, menilai bahwa Wenger adalah kandidat ideal untuk menggantikan Sam Allardyce dan juga kandidat yang dinilai mampu mengembalikan kejayaan klub asal Mereyside tersebut. Moshiri juga memiliki sebuah alasan khusus di balik ketertarikannya pada Wenger. Milioner yang berasal dari Iran tersebut sebelumnya memiliki saham di Arsenal yang besarnya 15% bersama dengan pengusaha lainnya sebut saja Alisher Usmanov, pengusaha Uzbekistan kelahiran Rusia.

Faktor lainnya mengapa Moshiri siap mendepak Allardyce adalah karena kekalahan 1-2 Everton dari Burnley yang terjadi akhir pekan lalu. itu lah kekalahan yang keenam berturut-turut Everton dalam laga tandang ke lawan.

Seusai pertandingan melawan klub Brighton, Wenger sendiri menolak membicarakan masa depannya di Arsenal termasuk adanya minat dari Everton pada dirinya. “Saya tidak ingin membicarakan masa depan saya. Sekarang ini, masa depan saya bukanlah suatu kekhawatiran yang utama bagi saya,” ucap Wenger ketika ia diwawancarai oleh media.

“Kekhawatiran saya saat ini adalah untuk memberikan kemenangan bagi Arsenal. Saya akan mencoba dan memberikan yang terbaik selam saya berada di sini,” ucapnya menambahkan. Wenger juga melempar handuk yang mana mengenai klub asal London utara tersebut untuk berada di posisi 4 besar klasemen akhir dari Liga Primer.

Terancam dipecat Arsenal

Posisi Wenger saat ini terancam karena ia mulai kehilangan dukungan dari petinggi klub dari London utara tersebut. dukungan yang dulu didapatkannya dari menejemennya itu luntur tak lepas dari hasil minor yang dipetik oleh tim didikannya. Puncaknya adalah saat The Gunners ditaklukkan oleh Manchester City dengan skor 0-3 di Emirates Stadium, Kamis (1/3) lalu.

Kekalahan tersebut membuat petinggi Arsenal seperti Chief Executive, Ivan Gazidis, Sir Chips Keswics, dan juga Lord Harris yang menarik dukungan. Wenger pasalnya dianggap tak lagi menjadi sosok yang tepat untuk menukangi Arsenal.

Keputusan akhir tentang nasib Wenger saat ini berada di tangan Stan Kroenke yang mana menjadi pemegang saham mayoritas dari klub asal London utara tersebut. akan tetapi saat ini, Gazidis telah menyiapkan skema restrukturisasi yang bakal terjadi di tubuh Arsenal untuk upaya pengantisipasian kepergian Wenger.

Petinggi klub tersebut memiliki 2 buah opsi pada nasib Wenger. Yang pertama, memecatnya andaikan Arsenal kembali menelan kekalahan dan yang kedua adalah memutus kontraknya saat akhir musim 2017-2018. Arsenal sekarang ini berada di peringkat keenam klasemen sementara Premier Leagur 2017-2018. Klub tersebut meraih poin sebanyak 45 poin yang dinilai masih jauh dari kurang. Oleh sebab itu lah Arsenal masih belum bisa memuncaki klasemen. Pada pertandingan selanjutnya klub yang memiliki markas di Emirates Stadium ini  menghadapi Brighton and Hove Albion yang akhirnya juga kalah dengan skor telah 0-3. Dengan demikian Wenger tak lagi dipertimbangkan.

Kenakan Pita Kuning, Pep Guardiola Dituntut FA

Dalam sepakbola, entah jelas atau tidak, ada sebuah peraturan untuk tidak melibatkan masalah politik ke dalam lapangan. Mungkin dengan alasan inilah ketika Pep Guardiola, manajer Manchester City mengenakan pita kuning di jas-nya, dan dianggap sebagai pesan politik oleh FA, FA akan menuntutnya. Kira-kira, apakah Pep merasa takut atau dengan tegas menantang tuntutan FA?Kita simak penjelasannya.

Ikatan Kuat Pep dan Catalan

Baru-baru ini, manajer Manchester City Pep Guardiola telah dikenai tuduhan oleh Asosiasi Sepakbola (FA) karena “mengenakan pesan politik, khususnya pita kuning”. Kabarnya, pita kuning yang dikenakan di dada sebelah kiri tersebut merupakan pesan politik dan ada kaitannya dengan apa yang saat ini terjadi di Catalan. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh FA kepada awak media.

FA mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pita kuning yang dikenakan oleh mantan bos Barcelona di setelannya tersebut  untuk memberikan dukungan terhadap politisi Catalan yang dipenjara dan tindakannya dianggap telah melanggar peraturan kit dan periklanan. Pep Guardiola, sepertinya masih memiliki perasaan yang kuat dengan mantan klubnya, Barcelona termasuk juga para fans penduduk Catalan yang saat ini alami masalah tentang kemerdekaan atau referendum dengan Spanyol yang dianggap tidak sah.

Guardiola sendiri yang timnya akan menghadapi Arsenal di final Piala Carabao pada hari Minggu, diberi waktu hingga jam 6 sore pada hari Senin, tanggal 5 Maret untuk menanggapi tuduhan tersebut. Sepertinya, Pep tidak terlalu mempermasalahkan hal ini.Hal ini dikarenakan bukan hanya karena karirnya di Barcelona, tetapi ada ikatan yang lebih kuat dari itu, yakni tanah kelahiran.

Pria berusia 47 tahun itu lahir di kota Catalan, Santpedor, dan menghabiskan 20 tahun terbaik di Barcelona sebagai pemain Poker Online dan pelatih. Sebelumnya, dia juga telah menjelaskan alasannya mengenakan pita, yang telah dikenakannya setidaknya sejak November.Pada bulan Desember, dia berkata: “Saya melakukannya karena di Spanyol dua orang tertentu yang membela sesuatu seperti pemungutan suara, sesuatu yang tidak disetujui oleh orang-orang yang berwenang, dipenjara.Itu tidak adil.

Pep Guardiola Tidak Takut Tuntutan FA

Bisa dikatakan, ikatan antara Pep dan Catalan termasuk tindakan yang dianggapnya tidak adil lebih kuat daripada harus mengalah pada tuntutannya.Dia mengatakan bahwa seseorang harus berani melawan ketidakadilan. Pep juga beranggapan walau apa yang dilakukannya tersebut mungkin tidak akan membuat mereka yang dipenjara dibebaskan, paling tidak dia turut andil dalam memberikan dukungan dan melakukan perlawanan. Paling tidak, pesan ini akan sampai kepada semua orang yang melihatnya saat itu.

Guardiola mungkin bisa menerima jika dirinya dituntut oleh FA, tapi dia tidak bisa menerima tindakan yang membuat orang-orang dipenjara. Dia mengatakan; ” Oke, mereka bisa menuntut saya karena melakukan itu, tapi orang-orang lain dipenjara.” Pep juga tidak takut dengan tuntuntan FA. Dia dengan tegas katakan; “Jika mereka ingin menuntut (melarang) saya – di UEFA, Premier League, FIFA – tidak apa-apa.”

Guardiola secara khusus memberi pesan dan mengacu pada politisi yang dipenjara karena keterlibatan mereka dalam referendum kemerdekaan Catalonia, yang dinyatakan ilegal oleh Spanyol, pada bulan Oktober tahun lalu. Bos City tersebut menjelaskan sikapnya sebagai tanggapan atas komentar dari manajer Manchester United Jose Mourinho, yang mempertanyakan apakah pita itu ada di dalam peraturan (sepakbola) dan mengatakan bahwa dia (Mourinho) tidak akan diizinkan untuk melakukan hal yang serupa.