Berantas Hoax Isu Penyerangan Kiai, Polisi Buru Anggota MCA

Setelah kelompok Saracen ditangkap 2017 silam, kepolisian kini memburu anggota Muslim Cyber Army (MCA) yang diduga menyebarkan hoax isu penyerangan kiai dan rumah ibadah.Polda Jatim yang sudah memburu kelompok MCA sejak awal Maret 2018 telah menangkap empat pelaku result sgp yang menyebarkan hoax. Kombes Pol Frans Barung Mangera selaku Kabid Humas Polda Jatim menjelaskan kalau kelompok MCA membuat berita hoax di media sosial bahwa kasus penyerangan kyai dan pengrusakan rumah ibadah adalah ulah PKI yang menyamar jadi orang gila.

 

Menurut Kombes Barung, hoax ini sudah disebarkan pelaku secara sistematis sejak Januari-Februari 2018 di media sosial. Salah satu tersangka, Muhammad Faisal Arifin berafiliasi dengan jaringan MCA yang sudah berskala nasional. Tak lama setelah itu, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Bobby Gustiono (34) di wilayah Sumatera Utara. Bobby diduga berperan sebagai admin sekaligus tim snipper MCA. Jika admin bertugas mengelola akun-akun MCA, maka snipper bertugas menyerang akun-akun lawan dengan mengirimkan virus yang merusak gawai penerima.

 

Bobby yang memiliki dua akun dan tergabung di The Family Team MCA ini memiliki tugas khusus yakni jadi admin tiga grup Facebook MCA, mereport akun-akun lawan agar di-suspend atau dinonaktifkan Facebook dan memberikan tutorial membuat akun FB palsu untuk anggota grup dengan memakai identitas orang lain. Kombes Irwan Anwar selaku Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menyebut kalau MCA menyebar hoax seperti Saracen tapi tidak terorganisir.

 

MCA Bantah Terkait Saracen dan Pilih Bantai Grup LGBT

 

Brigjen M Fadil Imran selaku Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menyebut kalau para pelaku yang ditangkap di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur terhubung satu sama lain karena bergabung di MCA. Mereka bahkan memiliki kaitan dengan Saracen. Dari isu kebangkitan PKI dengan 45 kasus penganiayaan ulama, sebetulnya hanya ada tiga peristiwa yang benar-benar terjadi, seperti dilansir Detik.

 

Salah satunya adalah hoax muazin Majalengka yang disebut MCAdibunuh orang gila anggota PKI. Kombes Umar Surya Fana selaku Direktur Reskrimum Polda Jabar mengungkap bahwa nama asli korban adalah Bahro dan seorang warga biasa, bukannya muazin. Bahro yang dinggal di desa Sindang, kecamatan Cikijing, kabupaten Majalengka dibunuh tiga perampok yakni R (40), S (40) dan JJ (44). Hanya saja lewat wawancara eksklusif detikX, Muhammad Luthfy selaku anggota MCA mengatakan kalau kelompoknya menyerang grup cabul-LGBT serta para penista agama.

 

Senada dengan Luthfy, Ramdhani juga membantah anggapan kepolisian kalau MCA mirip dengan Saracen. Menurutnya garis juang MCA dan Saracen berbeda sekalipun mereka pernah bermain dengan opini. Berbeda dengan Saracen yang menerapkan tarif untuk isu hoax dan ujaran kebencian, Rizky Surya menyebut kalau MCA tidak menerima bayaran untuk menjatuhkan sebuah akun. “Dasar awalnya MCA terbentuk ini dari peristiwa 411 dan 212.MCA dasarnya pembelaan terhadap Islam dan ketimpangan kriminalisasi ulama.”

 

Fadli Zon-Fahri Hamzah Terseret Kasus MCA

 

Sementara itu dua politisi kontroversi yakni Fadli Zon selaku Waketum Gerindra dan Fahri Hamzah selaku Wakil Ketua DPR RI ikut terseret kasus MCA. Fadli diduga mengunggah ulang postingan Fahri mengenai pemberitaan MCA di sebuah media online yang ditarik karena tak akurat. Fadli dan Fahri bahkan sudah dilaporkan ke kepolisian oleh Muhammad Rizki, saudara Husin Shihab karena menyebarkan berita hoax.