Kenakan Pita Kuning, Pep Guardiola Dituntut FA

Dalam sepakbola, entah jelas atau tidak, ada sebuah peraturan untuk tidak melibatkan masalah politik ke dalam lapangan. Mungkin dengan alasan inilah ketika Pep Guardiola, manajer Manchester City mengenakan pita kuning di jas-nya, dan dianggap sebagai pesan politik oleh FA, FA akan menuntutnya. Kira-kira, apakah Pep merasa takut atau dengan tegas menantang tuntutan FA?Kita simak penjelasannya.

Ikatan Kuat Pep dan Catalan

Baru-baru ini, manajer Manchester City Pep Guardiola telah dikenai tuduhan oleh Asosiasi Sepakbola (FA) karena “mengenakan pesan politik, khususnya pita kuning”. Kabarnya, pita kuning yang dikenakan di dada sebelah kiri tersebut merupakan pesan politik dan ada kaitannya dengan apa yang saat ini terjadi di Catalan. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh FA kepada awak media.

FA mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pita kuning yang dikenakan oleh mantan bos Barcelona di setelannya tersebut  untuk memberikan dukungan terhadap politisi Catalan yang dipenjara dan tindakannya dianggap telah melanggar peraturan kit dan periklanan. Pep Guardiola, sepertinya masih memiliki perasaan yang kuat dengan mantan klubnya, Barcelona termasuk juga para fans penduduk Catalan yang saat ini alami masalah tentang kemerdekaan atau referendum dengan Spanyol yang dianggap tidak sah.

Guardiola sendiri yang timnya akan menghadapi Arsenal di final Piala Carabao pada hari Minggu, diberi waktu hingga jam 6 sore pada hari Senin, tanggal 5 Maret untuk menanggapi tuduhan tersebut. Sepertinya, Pep tidak terlalu mempermasalahkan hal ini.Hal ini dikarenakan bukan hanya karena karirnya di Barcelona, tetapi ada ikatan yang lebih kuat dari itu, yakni tanah kelahiran.

Pria berusia 47 tahun itu lahir di kota Catalan, Santpedor, dan menghabiskan 20 tahun terbaik di Barcelona sebagai pemain Poker Online dan pelatih. Sebelumnya, dia juga telah menjelaskan alasannya mengenakan pita, yang telah dikenakannya setidaknya sejak November.Pada bulan Desember, dia berkata: “Saya melakukannya karena di Spanyol dua orang tertentu yang membela sesuatu seperti pemungutan suara, sesuatu yang tidak disetujui oleh orang-orang yang berwenang, dipenjara.Itu tidak adil.

Pep Guardiola Tidak Takut Tuntutan FA

Bisa dikatakan, ikatan antara Pep dan Catalan termasuk tindakan yang dianggapnya tidak adil lebih kuat daripada harus mengalah pada tuntutannya.Dia mengatakan bahwa seseorang harus berani melawan ketidakadilan. Pep juga beranggapan walau apa yang dilakukannya tersebut mungkin tidak akan membuat mereka yang dipenjara dibebaskan, paling tidak dia turut andil dalam memberikan dukungan dan melakukan perlawanan. Paling tidak, pesan ini akan sampai kepada semua orang yang melihatnya saat itu.

Guardiola mungkin bisa menerima jika dirinya dituntut oleh FA, tapi dia tidak bisa menerima tindakan yang membuat orang-orang dipenjara. Dia mengatakan; ” Oke, mereka bisa menuntut saya karena melakukan itu, tapi orang-orang lain dipenjara.” Pep juga tidak takut dengan tuntuntan FA. Dia dengan tegas katakan; “Jika mereka ingin menuntut (melarang) saya – di UEFA, Premier League, FIFA – tidak apa-apa.”

Guardiola secara khusus memberi pesan dan mengacu pada politisi yang dipenjara karena keterlibatan mereka dalam referendum kemerdekaan Catalonia, yang dinyatakan ilegal oleh Spanyol, pada bulan Oktober tahun lalu. Bos City tersebut menjelaskan sikapnya sebagai tanggapan atas komentar dari manajer Manchester United Jose Mourinho, yang mempertanyakan apakah pita itu ada di dalam peraturan (sepakbola) dan mengatakan bahwa dia (Mourinho) tidak akan diizinkan untuk melakukan hal yang serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *